
JAKARTA: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berencana untuk melepas 10% saham lagi ke publik pada 2014 yakni saat dimulainya kerja sama tahap II dengan perushaan baja asal Korea Posco.
Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan kemungkinan besar mekanisme yang diambil adalah penawaran umum terbatas (rights issue). Menurutnya, dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru tersebut akan dipakai untuk membiayai kerjasama dengan Posco tersebut.
"Pelepasan atas 10% saham lagi akan menyusul saat kami membutuhkan dana segar," tuturnya seusai penandatanganan kerjasama pembentukan PT IndoJapan Steel Center tadi malam.
Fazwar menjelaskan perusahaan baja pelat merah tersebut telah mengantongi persetujuan dari DPR RI untuk melepas 30% sahamnya ke lantai bursa. Namun, pihaknya baru merealisasikan pelepasan 20% saham.
Adapun pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) atas saham salah satu anak perusahaan emiten berkode KRAS yakni PT Krakatau Wajatama tertunda hingga akhir tahun depan. Fazwar mengatakan hal ini karena kondisi pasar saham global yang tidak stabil.
Menurutnya, sentimen global dapat mempengaruhi minat investor asing atas saham Krakatau Wajatama. "Investor asing itu dominan di bursa saham kita. Kalau mereka tidak tertarik, investor lokal biasanya tidak tertarik juga," tuturnya.
Sebelumnya, perseroan berencana melepas saham anak perusahaannya tersebut ke publik pada semester pertama tahun depan. Namun, Fazwar mengungkapkan, perseroan ingin mendapatkan harga terbaik atas saham anak perusahaannya itu.
Oleh kerena itu, perseroan menunggu momen yang tepat untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut. Fazwar menjelaskan pihaknya telah menyelesaikan secara administratif proses IPO anak perusahaan yang didirikan pada 1992.
Bahkan, menurutnya, pihaknya telah melaporkan rencana tersebut berikut jumlah saham yang akan dilepas kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan lembaga
Keuangan (Bapepam-LK). Namun, dia belum bisa menyampaikan hal tersebut ke publik. (arh)
| < Prev | Next > |
|---|







