| Seputar Indonesia, Friday, 04 November 2011 | |
JAKARTA– Empat produsen baja sepakat mendirikan perusahaan patungan yang akan bergerak di bidang produksi baja, khusus untuk sektor automotif. Keempat produsen baja tersebut adalah PT Krakatau Steel Tbk, Nippon Steel Trading Co Ltd (Jepang),PT Adyawinsa Dinamika, dan PT Dwijaya Sentosa Abadi, yang mendirikan perusahaan patungan yang diberi nama PT Indo- Japan Steel Center.Total investasi yang dibutuhkan di tahap awal adalah sebesar USD38 juta, sekitar Rp341 miliar.Dana tersebut antara lain digunakan untuk membangun pabrik yang memproduksi baja khusus untuk automotif di Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat. Pabrik itu mulai dibangun bulan ini dan ditargetkan rampung awal 2013. “Pabrik akan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare (ha). Kapasitas produksi ditargetkan sebesar 120.000 ton per tahun,” kata Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang seusai penandatanganan joint venture agreement (JVA) PT IndoJapan Steel Center di Jakarta,Rabu (2/11) malam. Produksi baja dari pabrik itu, papar dia, akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan baja khusus untuk industri automotif nasional yang per tahunnya diperkirakan mencapai 560.000 ton. Produsen baja nasional secara khusus mulai melirik kebutuhan industri automotif mengingat perkembangannya yang relatif pesat. Menurut Fazwar, pihaknya memproyeksikan Indonesia akan mampu memproduksi mobil sebanyak 1 juta unit dalam waktu dekat. Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan III/2011 tumbuh 5,6% dibandingkan periode yang sama 2010. Dari pertumbuhan tersebut, sektor automotif mencatat produksi terbesar di antara sektor industri lain. Produksi sektor automotif tercatat tumbuh 29,76% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor yang mencatat pertumbuhan terbesar kedua adalah industri kimia dan barang- barang dari bahan kimia yang tumbuh sebesar 19,77%. Presiden Direktur Adyawinsa Group (PT Adyawinsa Dinamika) Markus Maturo menambahkan, pabrik baru tersebut diharapkan bisa menyuplai kebutuhan program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car) yang sedang digodok pemerintah. “Peluang pasar di sektor industri baja automotif nasional sangat besar. Apalagi jika konsep mobil murah dan ramah lingkungan yang digagas pemerintah keluar regulasinya,para produsen mobil di dalam negeri yang akan mengembangkan konsep tersebut bisa menyerap produk baja khusus yang akan kami produksi ini tanpa perlu impor lagi,”ujarnya. Sementara,Presiden Nippon Steel Trading Co Ltd Tetsuo Imaku mengatakan, pihaknya menyambut baik realisasi kerja sama itu.Indonesia,kata Tetsuo, memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dibandingkan negara lainnya. Sejumlah proyek infrastruktur berskala besar juga akan dibangun di Indonesia.“ Pasar besi dan baja diperkirakan akan sangat meningkat di tahun mendatang,”tuturnya. sandra karina |
| < Prev | Next > |
|---|








JAKARTA– Empat produsen baja sepakat mendirikan perusahaan patungan yang akan bergerak di bidang produksi baja, khusus untuk sektor automotif.