Adyawinsa Group

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • black color

Wisdom of the Day

Focus: If you chase two rabbits, both will escape.

Sekolah Sudah Saatnya Arahkan, Tamatannya Kuasai Kompetensi

E-mail Print PDF

Harian Umum Pelita

 

Berikut ini adalah petikan berita dari Liputan Harian Umum Pelita :

"Apresiasi kami sampaikan kepada Bapak Markus Maturo, Direktur PT Adyawinsa Dinamika yang pertama kali melakukan pemasaran tamatan bersertifikat ATMI, bukan hanya untuk perusahaan yang beliau pimpin, tetapi juga mengkordinasi pemasaran tamatan tersebut pada perusahaan-perusahaan di Jababeka, Cikarang," kata Gatot.

Silahkan baca berita selengkapnya dengan klik tombol "Read More" di bawah artikel ini.

Kebutuhan tenaga kerja berkualitas yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi semakin dirasakan oleh industri dan dunia kerja. Bagi sekolah sebagai penyedia calon tenaga kerja, sudah saatnya "banting kemudi" mengarahkan tamatannya untuk menguasai kompetensi yang dipersyaratkan oleh industri dan dunia kerja.

Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) Dr Ir Gatot Hari Priowirjanto mengatakan saat penandatanganan kerjasama Direktorat Dikmenjur dengan ATMI Surakarta dalam hal sertifikasi di bidang Mesin Perkakas di Jakarta, Kamis (26/2).

Menurut Gatot, kebijakan penyiapan tamatan sebagai calon tenaga kerja berkualitas sudah digulirkan dengan upaya pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pada asosiasi profesi terkait.

"Pada tahun 2003 telah dirintis pembentukan 15 LSP yang pada tahun 2004 ini mulai melaksanakan fungsinya. Diharapkan semua LSP mampu menyelenggarakan sertifikasi kompetensi dan menjamin kualitas pemegang sertifikatnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, banyak pihak yang hanya mampu menyelenggarakan sertifikasi kompetensi, tetapi belum mampu menjamin kualitas sertifikatnya, apalagi melakukan rintisan pemasaran bagi pemegang sertifikat.

"ATMI Surakarta dan SCTC telah membangun jaringan dengan dunia kerja yang membutuhkan pekerja terampil di bidang mesin perkakas. Karenanya kerja sama ini sekaligus akan mencakup juga upaya pemasaran bagi tamatan pemegang sertifikat," papar Gatot.

Gatot mengungkapkan, kerjasama ini merupakan upaya nyata pemacu penguasaan kompetensi bagi siswa SMK. ATMI Surakarta dan SCTC (Surakarta Competency & Technology Center) bertindak sebagai penjamin mutu atas pemegang sertifikat yang dikeluarkannya.

"SCTC merupakan institusi yang dikembangkan oleh ATMI Surakarta bersama Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, dalam kerangka kerja sama Pemerintah Indonesia dan Jerman, melalui proyek IGI (Indonesia German Institut -red)," tuturnya.

Pembentukan SCTC merupakan salah satu upaya pengembangan subsistem pendidikan kejuruan yang berfungsi sebagai competency testing center dan pengembangan pelatihan bagi teknisi dari industri, pelatihan guru SMK bidang mesin perkakas serta masyarakat luas, terutama dalam rangka peningkatan aspek ekonomi masyarakat setempat.

"Apresiasi kami sampaikan kepada Bapak Markus Maturo, Direktur PT Adyawinsa Dinamika yang pertama kali melakukan pemasaran tamatan bersertifikat ATMI, bukan hanya untuk perusahaan yang beliau pimpin, tetapi juga mengkordinasi pemasaran tamatan tersebut pada perusahaan-perusahaan di Jababeka, Cikarang," kata Gatot.

Gatot mengatakan ada lima perusahaan yang memiliki komitmen tinggi untuk memasarkan tamatan bersertifikat ATMI, antara lain PT Citoputra Indoprima (Kudus, Jawa Tengah), PT Kawan Lama Sejahtera (Semarang, Jawa Tengah), PT Kawan Lama Sejahtera (Jakarta), PT Pudak Scientific (Bandung, Jawa Barat), PT Gudang Garam Tbk (Kediri, Jawa Timur).

Gatot mengatakan berbagai kegiatan sertifikasi ini, merupakan bagian dari upaya besar bangsa ini untuk menjamin kualitas tenaga kerjanya di tengah persaingan tenaga kerja berkualitas baik dalam negeri maupun antarbangsa di dunia. "Kegiatan sertifikasi merupakan kegiatan pendahuluan memenangkan persaingan di dunia global," tutur Gatot. (dik)

Sumber: Harian Umum Pelita

Last Updated ( Tuesday, 19 August 2008 15:08 )