Adyawinsa Berbagi, Adyawinsa Peduli
Tuesday, 10 April 2012 06:57
CSR Team

Keberadaan Adyawinsa Group di tengah lingkungan masyarakat, disamping berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, juga dituntut kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar. Bertepatan dengan ulang tahun Adyawinsa Group ke 18 pada tanggal 02 Maret 2012, Adyawinsa Group mengadakan kegiatan sosial Pengobatan Gratis dan Donor Darah.
Melalui program Company Social Responsibility, Adyawinsa Group mencoba memberikan kontribusi yang positif dalam rangka membantu warga yang membutuhkan darah dan pengobatan, ditengah kebutuhan akan biaya berobat dan obat-obatan yang semakin mahal.
Kegiatan donor darah dan pengobatan gratis ini mengambil tema “Adyawinsa Berbagi, Adyawinsa Peduli”, yang bertujuan :
- Sebagai wujud dari nilai-nilai Luhur Ayawinsa Group :
Continuously give contribution to the society Selalu terus menerus memberikan kontribusi sosial
- Memenuhi kebutuhan masyarakat akan kesehatan
- Wujud kepedulian Karyawan Adyawinsa Group untuk masyarakat yang membutuhkan darah.
Last Updated ( Tuesday, 10 April 2012 07:55 )
Read more...
Produsen Baja Lirik Sektor Automotif
Friday, 04 November 2011 16:36
administrator
| Seputar Indonesia, Friday, 04 November 2011 |
JAKARTA– Empat produsen baja sepakat mendirikan perusahaan patungan yang akan bergerak di bidang produksi baja, khusus untuk sektor automotif.
Keempat produsen baja tersebut adalah PT Krakatau Steel Tbk, Nippon Steel Trading Co Ltd (Jepang),PT Adyawinsa Dinamika, dan PT Dwijaya Sentosa Abadi, yang mendirikan perusahaan patungan yang diberi nama PT Indo- Japan Steel Center.Total investasi yang dibutuhkan di tahap awal adalah sebesar USD38 juta, sekitar Rp341 miliar.Dana tersebut antara lain digunakan untuk membangun pabrik yang memproduksi baja khusus untuk automotif di Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat.
Pabrik itu mulai dibangun bulan ini dan ditargetkan rampung awal 2013. “Pabrik akan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare (ha). Kapasitas produksi ditargetkan sebesar 120.000 ton per tahun,” kata Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang seusai penandatanganan joint venture agreement (JVA) PT IndoJapan Steel Center di Jakarta,Rabu (2/11) malam.
Produksi baja dari pabrik itu, papar dia, akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan baja khusus untuk industri automotif nasional yang per tahunnya diperkirakan mencapai 560.000 ton. Produsen baja nasional secara khusus mulai melirik kebutuhan industri automotif mengingat perkembangannya yang relatif pesat.
Menurut Fazwar, pihaknya memproyeksikan Indonesia akan mampu memproduksi mobil sebanyak 1 juta unit dalam waktu dekat. Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan III/2011 tumbuh 5,6% dibandingkan periode yang sama 2010. Dari pertumbuhan tersebut, sektor automotif mencatat produksi terbesar di antara sektor industri lain.
Produksi sektor automotif tercatat tumbuh 29,76% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor yang mencatat pertumbuhan terbesar kedua adalah industri kimia dan barang- barang dari bahan kimia yang tumbuh sebesar 19,77%. Presiden Direktur Adyawinsa Group (PT Adyawinsa Dinamika) Markus Maturo menambahkan, pabrik baru tersebut diharapkan bisa menyuplai kebutuhan program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car) yang sedang digodok pemerintah.
“Peluang pasar di sektor industri baja automotif nasional sangat besar. Apalagi jika konsep mobil murah dan ramah lingkungan yang digagas pemerintah keluar regulasinya,para produsen mobil di dalam negeri yang akan mengembangkan konsep tersebut bisa menyerap produk baja khusus yang akan kami produksi ini tanpa perlu impor lagi,”ujarnya.
Sementara,Presiden Nippon Steel Trading Co Ltd Tetsuo Imaku mengatakan, pihaknya menyambut baik realisasi kerja sama itu.Indonesia,kata Tetsuo, memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dibandingkan negara lainnya. Sejumlah proyek infrastruktur berskala besar juga akan dibangun di Indonesia.“ Pasar besi dan baja diperkirakan akan sangat meningkat di tahun mendatang,”tuturnya. sandra karina
|
Last Updated ( Friday, 04 November 2011 17:14 )
Nippon Steel, Krakatau Build Steel Plant for Automotive
Friday, 04 November 2011 16:29
administrator
The Indonesia Today, Thursday, 03 November 2011 19:53
Theindonesiatoday.com - State-owned steel giant PT Krakatau Steel (KRAS) Tbk, Nippon Steel Trading Co Ltd, and two local partners agree to establish a joint venture for the production of steel sheets for automotive components.
The new JV will have an initial investment of Rp100 billion and installed capacity of 10,000 tons per month. The plant will be built in Mitrakarang Industrial Eastate, Karawang, West Java, Kontan.co.id, online publication of Kontan business paper, reported.
The new company named PT IndoJapan Steel Center will be controlled by Nippon Steel (30%), PT Adyanwinsa Dinamika (30%), PT Dwijaya Sentosa Abadi (30%), and PT Krakatau Steel Tbk (10%).
Domestic demand for automotive steel is about 560,000 tons per annum. The new plant is scheduled to start commercial production in January 2013, with all output will be dedicated to domestic customers. (Theindonesiatoday.com)
Last Updated ( Friday, 04 November 2011 17:15 )
Krakatau Steel bangun pabrik baja otomotif Rp100 miliar
Friday, 04 November 2011 16:02
administrator

JAKARTA: PT Krakatau Steel (KS) akan membangun pusat pengolahan baja untuk industri otomotif dengan nilai investasi sebesar Rp100 miliar.
Perusahaan pengolahan baja yang berlokasi di Karawang itu didirikan bersama Nippon Steel Trading Co. Ltd, PT Adyawinsa Dinamika, dan PT Dwijaya Sentosa Abadi.
Pembangunan perusahaan yang diberi nama PT IndoJapan Steel Center itu dimulai pada bulan ini.
Namun, berdasarkan keterangan pers dalam acara penandatanganan joint venture agreement hari ini, porsi saham yang diraih Krakatau Steel hanya 10%.
Adapun tiga perusahaan pendiri lainnya meraih masing-masing 30% porsi saham. Bahkan direktur yang akan memimpin perusahaan dengan karyawan sebanyak 70 orang itu dicalonkan oleh Nippon Steel Trading.
Belum ada keterangan lebih lanjut dari jajaran direksi perseroan terkait porsi saham perusahaan patungan tersebut. (sut)
Last Updated ( Friday, 04 November 2011 17:15 )
Ada 10% saham KS siap lelang ke publik
Friday, 04 November 2011 15:57
administrator

JAKARTA: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berencana untuk melepas 10% saham lagi ke publik pada 2014 yakni saat dimulainya kerja sama tahap II dengan perushaan baja asal Korea Posco.
Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan kemungkinan besar mekanisme yang diambil adalah penawaran umum terbatas (rights issue). Menurutnya, dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru tersebut akan dipakai untuk membiayai kerjasama dengan Posco tersebut.
"Pelepasan atas 10% saham lagi akan menyusul saat kami membutuhkan dana segar," tuturnya seusai penandatanganan kerjasama pembentukan PT IndoJapan Steel Center tadi malam.
Fazwar menjelaskan perusahaan baja pelat merah tersebut telah mengantongi persetujuan dari DPR RI untuk melepas 30% sahamnya ke lantai bursa. Namun, pihaknya baru merealisasikan pelepasan 20% saham.
Adapun pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) atas saham salah satu anak perusahaan emiten berkode KRAS yakni PT Krakatau Wajatama tertunda hingga akhir tahun depan. Fazwar mengatakan hal ini karena kondisi pasar saham global yang tidak stabil.
Last Updated ( Friday, 04 November 2011 17:16 )
Read more...
Nippon Steel sets up joint venture with local firms
Friday, 04 November 2011 15:49
administrator
Nippon Steel Trading Co., Ltd., the steel-trading arm of Japan’s largest steel maker, Nippon Steel, has set up a joint venture with three local companies to produce steel for the fast-growing automotive industry in Indonesia.
The firm’s president, Tetsuo Imakubo, said on Wednesday evening that his firm would control a 30 percent share of the newly established joint venture, PT IndoJapan Steel Center, while the rest would be held by its partners: automotive parts producer PT Adyawinsa Dinamika (30 percent), steel producer and distributor PT Dwijaya Sentosa Abadi (30 percent) and state-owned steel firm PT Krakatau Steel (10 percent).
“With the establishment of PT IndoJapan Steel Center, we’ll further increase our trading activities in Indonesia,” he said during the joint venture agreement signing ceremony.
Imakubo said that the joint venture would add to its current 15 steel processing centers, seven of which were located outside Japan, including in China, Thailand and Vietnam.
Markus Maturo, the president director of Adyawinsa, which currently supplies various components for major automakers operating in Indonesia, such as Daihatsu, Toyota, Nissan and General Motors, said that in the initial phase, IndoJapan would invest US$38 million to start its business, which would be used to build a plant in a 4.8-hectare area in the Mitra Karawang Industrial Estate in Karawang, West Java.
The plant, designed to annually produce 120,000 tons of sheet steel, will be built in November this year, and is expected to start operating in January 2013.
“We hope we can use as much raw material produced by Krakatau Steel as possible, but we’ll also source materials that it still cannot produce from Nippon Steel,” he explained.
According to Markus, the plant’s total output will be allocated for sales in the domestic market as the local automotive industry grew at a fast pace, which brought a trickle-down effect on demand for automotive parts.
“Indonesia is such a big market and in the future, local automakers will produce low-cost cars in line with the government’s program in 2013, with a requirement of certain local content. We hope that our production can support this need,” he said.
Recently, Industry Minister MS Hidayat said that dozens of autopart makers would set up plants in Indonesia to fulfil demands from large autocar makers, which had already committed to expand their production capacities.
The automotive industry has been one of the priority industries in Southeast Asia’s largest economy, and has contributed largely to the overall industrial growth.
Indonesia’s economy, which has grown more than 6 percent in each of the past two years, has driven the country’s car sales to a record high.
Last year, the country’s total retail car sales rose by 52.36 percent to 744,895 units in 2010, and up to the third quarter this year, sales had reached 658,009 units, nearing the 800,000 target for 2011.
Last Updated ( Friday, 04 November 2011 17:16 )
Perusahaan Patungan KS Siap Pasok Bahan Baku Mobil Murah
Friday, 04 November 2011 15:47
administrator

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kebangkitan industri otomotif di Indonesia langsung direspon oleh produsen baja terbesar di Indonesia PT Krakatau Steel (Persero). Apalagi industri otomotif akan membutuhkan bahan baku baja khusus yang sangat banyak karena Pemerintah akan menggulirkan produksi mobil murah dan ramah lingkungan di tahun 2013.
Menurut Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Fazwar Bujang, pihaknya saat ini secara resmi membentuk perusahaan joint venture bersama dengan Nippon Steel Trading Co Ltd Jepang, PT Adyawinsa Dinamika dan PT Dwijaya Sentosa Abadi, yang diberi nama PT IndoJapan Steel Center.
Perusahaan tersebut berencana membidik pasar yang saat ini terus berkembang pesat, yaitu industri kendaraan bermotor, khususnya mobil. Menurut Fazwar, dalam setahun diperkirakan industri otomotif membutuhkan baja tersebut hingga 560 ribu ton.
‘’Satu unit kebutuhan baja mencapai 700 kilo, jika industri otomotif produksi hingga 800 ribu unit, maka butuh baja sektar 560 ribu ton,’’ tutur Fazwar setelah melakukan penandatanganan Joint Venture Agreement PT IndoJapan Steel Center.
Presiden Direktur Adyawinsa Group (PT Adyawinsa Dinamika), Markus Maturo, mengatakan produksi perusahaan akan mampu memenuhi kebutuhan akan program produksi mobil murah dan ramah lingkungan. Apalagi dalam program pemerintah tersebut, mobil murah tersebut membutuhkan kandungan lokal yang amat tinggi.
Ia pun berharap regulasi untuk memproduksi mobil murah dan ramah lingkungan segera dirilis Pemerintah. Sehingga produsen mobil dan komponen mampu menyerap produksi baja khusus yang diproduksi IndoJapan Steel.
Last Updated ( Friday, 04 November 2011 17:16 )
Nippon dan Krakatau Steel Bangun Pabrik Baja Otomotif
Friday, 04 November 2011 15:21
administrator
Nippon Steel Trading mengandeng Adyawinsa Dinamika, Dwijaya Sentosa Abadi, dan Krakatau Steel mendirikan PT IndoJapan Steel Center. (BLOOMBERG/FABRICE DIMIER) JAKARTA (IFT) – Nippon Steel Trading Co Ltd, anak usaha Nippon Steel Corporation, mengandeng PT Adyawinsa Dinamika, PT Dwijaya Sentosa Abadi, dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mendirikan PT IndoJapan Steel Center, perusahaan pemotongan baja lembaran untuk industri otomotif. IndoJapan akan membangun pabrik berkapasitas 120 ribu ton per tahun di Karawang, Jawa Barat dengan nilai investasi Rp 100 miliar mulai bulan ini.
Tetsuo Imakubo, Presiden Direktur Nippon Steel Trading, mengatakan Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi sehingga Nippon Steel sebagai pabrik baja besar dunia turut serta dalam proyek ini.
“Kami akan terus meningkatkan penjualan baja ke Indonesia,” kata dia, Rabu malam.
Nippon Steel merupakan perusahaan yang telah bertahun-tahun mempunyai pengalaman memproduksi baja untuk industri otomotif. Nantinya, Nippon Steel akan memberikan masukan kepada proyek ini. Dengan Indojapan Steel Centre ini, Nippon mempunyai 16 titik pengolahan baja di seluruh dunia.
Markus Maturo, Presiden Direktur Adyawinsa, mengatakan selama ini pasokan baja untuk industri otomotif masih didominasi oleh merek Jepang. Indojapan Steel Centre diharapkan akan membuat baja lokal yang diproduksi Krakatau Steel bisa ikut memenuhi kebutuhan baja bagi industri otomotif nasional.
“Namun, untuk beberapa produk yang belum bisa dipenuhi oleh Krakatau Steel, tetap akan diimpor dari Nippon,” kata dia.
Markus menambahkan konsumsi baja untuk industri otomotif bisa menjadi potensi dari IndoJapan. Baja yang diperlukan untuk mobil sekelas Toyota Avanza misalnya, adalah 700 kilogram per unit dikalikan kebutuhan nasional sebesar 800 ribu unit. Hasilnya kebutuhan baja 560 ribu ton per tahun. Produksi dari JapanIndo Steel Centre ini nantinya akan di peruntukkan bagi kepentingan dalam negeri.
Last Updated ( Friday, 04 November 2011 17:16 )
Read more...
Konsorsium 4 Produsen Baja Bangun Pabrik
Friday, 04 November 2011 15:14
administrator
Ilustrasi
JAKARTA - Sebanyak empat produsen baja yakni PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Nippon Steel Trading Co Ltd Jepang, PT Adyawinsa Dinamika, dan PT Dwijaya Sentosa Abadi saling sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan yang diberi nama PT IndoJapan Steel Center.
Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang mengatakan, total investasi yang dibutuhkan untuk tahap awal adalah sebesar USD38 juta, dengan modal awal sekira Rp100 miliar.
Rencananya, perusahaan itu akan memproduksi baja khusus untuk sektor automotif nasional melalui pabriknya yang berlokasi di Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat. Pabrik itu akan mulai dibangun pada November 2011 dan selesai awal 2013 mendatang.
“Pabrik akan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare (ha). Untuk kapasitas produksi ditargetkan sebesar 120 ribu ton per tahun. Kebutuhan baja khusus untuk industri automotif per tahunnya diperkirakan mencapai 560 ribu ton,” kata Fazwar usai penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) PT IndoJapan Steel Center di Jakarta, Kamis (3/11/2011).
Menurutnya, industri automotif nasional akan terus meningkat pesat. Indonesia, kata dia, akan mampu memproduksi mobil sebanyak satu juta unit dalam waktu dekat.
Presiden Direktur Adyawinsa Group (PT Adyawinsa Dinamika) Markus Maturo menilai, peluang pasar di sektor industri baja dan automotif nasional sangat besar. Markus berharap, pabrik baru tersebut bisa mensuplai kebutuhan program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car) yang sedang digodok oleh pemerintah.
“Kami berharap konsep mobil murah dan ramah lingkungan yang digagas pemerintah segera keluar regulasinya, sehingga para produsen mobil di dalam negeri yang akan mengembangkan konsep tersebut bisa menyerap produk baja khusus yang akan kami produksi ini tanpa perlu impor lagi, “ paparnya.
Pasalnya, kata dia, salah satu syarat yang diusulkan masuk dalam regulasinya adalah tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang cukup tinggi.
Presiden Nippon Steel Trading Co Ltd Tetsuo Imaku mengatakan, pihaknya menyambut baik realisasi dari kerja sama tersebut. Tetsuo menuturkan, pihaknya telah mendirikan tujuh perusahaan di sejumlah negara seperti China. “Kami juga punya perusahaan di delapan lokasi di Jepang. Setelah ada JVA ini, maka kami akan mempunyai 16 titik pabrik pengolahan baja,” kata Tetsuo.
Tetsuo menjelaskan, pihaknya sangat mempertimbangkan lokasi untuk berinvestasi. Indonesia, kata dia, memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dibandingkan negara lainnya. Selain itu, sejumlah proyek infastruktur berskala besar juga akan dibangun di Indonesia. “Pasar besi dan baja diperkirakaan akan sangat meningkat di tahun mendatang,” ucapnya.
Sementara, proporsi saham dari perusahaan patungan tersebut adalah 30 persen Nippon Steel Trading, 30 persen Adyawinsa, 30 persen Dwijaya, dan 10 persen Krakatau Steel. Meski hanya 10 persen, namun, semua bahan baku baja untuk produksi diupayakan sepenuhnya dipasok dari Krakatau Steel.
“Untuk presentase baja semaksimaal mungkin akan pakai produk Krakatau Steel sampai mereka tidak mampu memasok lagi,” kata Markus. (Sandra Karina/Koran SI/wdi)
Last Updated ( Friday, 04 November 2011 17:17 )
Empat perusahaan dirikan pabrik baja otomotif
Friday, 04 November 2011 15:11
administrator
Kontan. Jumat, 04 November 2011 | 08:11 oleh Sofyan Nur Hidayat

JAKARTA. Industri otomotif Indonesia yang bersinar memantapkan PT Krakatau Steel (KS) Tbk mendirikan pabrik yang memproduksi baja lembaran khusus untuk komponen otomotif. Tak sendiri, KS menggandeng Nippon Steel Trading Co. Ltd (NST) serta dua perusahaan lokal untuk mendirikan pabrik ini.
Mengusung bendera PT IndoJapan Steel Center, konsorsium empat perusahaan ini akan menggelontorkan dana investasi sebesar Rp 100 miliar untuk membangun pabrik berkapasitas produksi 10.000 ton baja per bulan.
Adapun, komposisi kepemilikan saham di PT IndoJapan Steel adalah Nippon Steel, 30%, PT Adyawinsa Dinamika 30%, PT Dwijaya Sentosa Abadi 30% dan PT Krakatau Steel sendiri hanya 10%.
Harapannya, pabrik ini sudah bisa beroperasi mulai Januari 2013. Rencananya, pabrik ini akan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare di Kawasan Industri Mitrakarang, Karawang, Jawa Barat.
Presiden Direktur PT Krakatau Steel Tbk, Fazwar Bujang mengatakan, bagi Krakatau Steel, pembangunan pabrik baru untuk baja otomotif tersebut karena peluang baja di sektor otomotif cukup menjanjikan. Dengan rata-rata kebutuhan baja untuk satu unit mobil mencapai 700 kilogram, maka kebutuhan baja untuk industri otomotif dalam setahun minimal 560.000 ton. "Kebutuhan baja untuk sektor otomotif juga akan semakin meningkat," kata Fazwar.
Minimnya saham yang dimiliki KS di IndoSteel lantaran Krakatau Steel lebih fokus pada industri hulunya, yakni memasok kebutuhan baja bagi industri lain.
Makanya, dalam pembuatan perusahaan patungan di industri hilir, porsi kepemilikan sahamnya terbatas.
Selama ini, kata Fazwar, Krakatau Steel juga sudah mensuplai baja untuk kebutuhan otomotif. Tapi kemampuan mereka terbatas pada baja lembaran dengan lebar maksimal 4 kaki saja.
Bisa juga untuk motor
Presiden Nippon Steel Trading Co Ltd, Tetsuo Imakubo menambahkan, Nippon memilih Indonesia sebagai basis produksi baja lembaran karena dipilih mereka karena pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat cepat ketimbang negara berkembang lainnya.
Hal ini tecermin dari permintaan otomotif yang tinggi. Dampaknya, "Permintaan baja juga tinggi, apalagi ada pembangunan infrastruktur," ujar" kata Imakubo.
Rencananya, sebagian besar bahan baku akan dipasok Krakatau Steel. Pabrik tersebut hanya akan memproduksi baja ukuran tertentu. Sementara untuk komponen bodi luar mobil yang lebarnya lebih dari 4 kaki, bahan baku akan dipasok Nippon Steel.
Presiden Direktur PT Adyawinsa Dinamika Markus Maturo menambahkan, pabrik ini akan memprioritaskan pembuatan baja lembaran komponen kendaraan roda empat yang selama ini denominasi merek Jepang. Namun tak menutup kemungkinan, lembaran baju untuk roda dua. "Produksinya 100% akan dipasarkan di dalam negeri," kata Markus.
Last Updated ( Friday, 04 November 2011 17:17 )
|
|